Rabu, 13 April 2011

Menempatkan Kristus di Tempat Terakhir (Luk. 9:59, 61)




Banyak orang Kristen sengaja atau pun tidak sengaja menempatkan Tuhan Yesus di tempat yang terakhir dalam prioritas hidup mereka. Ini perlu kita perhatikan karena Yesus Kristus adalah Tuhan dan Dia layak untuk mendapatkan tempat terutama, waktu terbaik, talenta terindah, tenaga terbaik, dan segala sesuatu yang terbaik dari diri kita.
Kristus berkata, “Ikutlah Aku!” Tampaknya orang itu ingin ikut, tetapi dia ingin menguburkan ayahnya lebih dahulu. Orang lain berkata, “Aku akan ikut Engkau, Tuhan.” Secara sukarela dia ikut, tetapi dia ingin pamitan dahulu dengan keluarganya.
Dari kisah ini, kita dapat belajar: Pertama anggota jemaat mungkin sering kali menempatkan Yesus Kristus di tempat terakhir. Kapan kita melakukannya? Saat kita berkata, “Saya akan melakukan ini lebih dahulu bagi keluarga saya, barui kemudian buat Gereja”; “Saya akan bayar kredit mobil dahulu, baru bayar persepuluhan”; “Saya akan bayar utang dahulu, baru saya akan bantu mereka”; “Jika saya punya lebih banyak waktu, saya akan lebih banyak berdoa”; “Saya ingin ke gereja tapi masih banyak kerjaan”; saat itulah kita menempatkan Kristus di tempat terakhir. Kedua, orang berdosa juga menempatkan Kristus di tempat terakhir. Kapan mereka melakukannya? Saat berkata, “Saya masih muda dan masih punya banyak waktu; “Saya masih ingin hidup dalam dosa sedikit lebih lama”; “Saya mau cari uang banyak dahulu, sebelum mulai”; “Saya takut akan kata teman atau keluarga.”
Orang-orang yang tidak menempatkan Tuhan Yesus di tempat yang terutama tidal layak bagi Kerajaan Allah (Luk. 9:62). Apakah yang Anda harapkan saat Anda mengutamakan hal lain selain Tuhan saat anda berada di hadapan pengadilanNya? Dia juga akan menempatkan Anda di tempat yang paling belakang. Allah adalah Allah yang cembur (Kel. 20:5). Dia menghendaki tempat dan perhatian yang utama dan terutama dalam hidup kita.
Apakah Anda mengasihi Tuhan? Seberapa besar Anda mengasihi Tuhan? Yang paling Anda kasihi pastilah akan Anda utamakan. Utamakanlah Tuhan Yesus di atas segala sesuatu (Mat. 6:33). 

Makna Keanggotaan Jemaat



Allah adalah Allah yang teratur. Sulit bagi seseorang untuk memandang ke sistem tata-surya tanpa mencatat adanya mekanisme yang teratur bahwa segala sesuatu harus berjalan dengan tepat atau bencana dan kekacauan akan terjadi. Allah memiliki rencana bagi setiap orang yang telah diselamatkan, dan jemaat adalah pusat rencana Allah bagi orang percaya pada masa sekarang ini. Tetapi sungguh mengejutkan betapa banyak orang yang mengklaim dirinya selamat oleh anugerah Allah melalui Kristus, namun pada saat yang sama mereka menyatakan bahwa mereka tidak harus  ke gereja untuk menjadi orang percaya yang baik. Yang mereka cari adalah posisi yang membebaskan mereka dari segala tanggung jawab untuk setia pada rumah Tuhan. Mungkin jika mereka mengetahui fakta-fakta dalam Alkitab tentang Kristus dan jemaatNya, mereka akan mengubah pikiran mereka.
Ketika Tuhan kita mendukung sesuatu, maka baik pula bagi kita untuk mendukungnya. Dan jika Dia menentang sesuatu, maka kita pun harus menentangnya. Alkitab menyatakan bahwa Tuhan Yesus mendirikan jemaat, dan jika Dia pikir kita memerlukannya sehingga mendirikannya bagi kita, mungkin kita harus percaya pada hikmat, penilaian, pekerjaan, dan penyembahan kepadaNya melalui jemaatNya sebagaimana yang diinginkanNya. Alkitab mengatakan bahwa Dia mengasihi jemaat dan Dia mengatakan bahwa kita harus mengasihi isteri kita sebagaimana Dia mengasihi jemaat (Ef. 5:25), dan ini memberikan motivasi kepada kita untuk mengasihi jemaat. Bisakah kasih kita kurang sebagaimana yang dikehendaki Tuhan? Jika jemaat begitu dekat di hati Juruselamat kita, tidak sepantasnyakah kita untuk mendukungnya dengan setia dengan kehadiran dan doa-doa kita? Kristus rela mati bagi jemaat (Ef. 5:25), dan itu saja seharusnya mengubah sikap mereka yang menyatakan bahwa kehadiran dalam jemaat itu tidaklah penting.
Lebih lanjut lagi, Kristus adalah Kepala jemaat (Ef. 1:22). Jika Tuhan sendiri adalah Kepala, apakah bukan suatu yang layak jika kita menjadi bagian di dalamnya?
Anda perhatikan, karena Allah selalu bekerja melalui perencanaan, di antara rencanaNya Dia menuliskan bagaimana manusia harus menyembahNya. Pada masa patriakh kepala dari setiap keluarga memimpin penyembahan. Sejak itu, Allah memiliki tiga tempat penyembahan: kemah suci, bait suci, dan sekarang jemaat. Pada masa kemah suci, Allah mengharapkan dan memerintahkan umatNya untuk melayani Dia di dalamnya. Setelah itu, Allah menetapkan bait suci sebagai tempat penyembahan dan pelayanan kepadanya. Sekarang, kita hidup pada masa jemaat dan Allah mengharapkan serta memerintahkan semua orang percaya untuk menyembah dan melayani Dia melalui jemaat Perjanjian Baru.
Lebih lanjut lagi, Allah memiliki suatu rencana bagi mereka yang telah diselamatkan untuk menolong mereka di tengah-tengah dunia yang penuh dosa dan pencobaan ini, dan pusat dari rencana ini adalah jemaat Perjanjian Baru. Allah mengharapkan setiap orang Kristen untuk menjadi anggota jemaat Perjanjian Baru karena Allah tidak menyelamatkan seseorang dan kemudian membiarkannya  hidup melayani dirinya sendiri dan tidak melayani Allah. Buku ini bertujuan untuk menolong Anda menentukan kehendak Allah berhubungan dengan Anda dan jemaat.

*******
“Saya sekarang adalah anggota jemaat Baptis independen.” Ada ribuan orang yang mengatakan kalimat tersebut setiap tahunnya dengan sukacita sebagai tambahan atas jutaan orang Baptis independen yang juga bersukacita menjadi anggota jemaat Baptis. Mereka ini adalah orang-orang yang telah diselamatkan, telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka secara pribadi, dan sekarang mereka telah memiliki pengetahuan dan juga jaminan bahwa dosa-dosa mereka telah diampuni dan ada damai sejahtera di jiwa mereka. Sebagai orang Kristen mereka telah taat kepada perintah Tuhan untuk mengikut Dia dalam baptisan dan menjadi anggota salah satu jemaatNya, dan hubungan baru ini telah memberikan kesukaan yang besar. Namun banyak yang mengatakan hal itu juga gagal untuk memahami makna yang sesungguhnya. Kadang kala mereka hidup bertahun-tahun tanpa mengetahui makna keanggotaan jemaat. Seharusnya, hal itu tidak boleh terjadi.
Setiap anggota suatu jemaat Baptis seharusnya menyadari keseriusan keanggotaan jemaat. Ini sungguh mengejutkan bahwa banyak yang menjadi anggota jemaat Baptis tanpa menyadari hak dan kesempatan serta tanggung jawab mereka. Ini mungkin bisa saja hal yang tidak disengaja karena mereka belum mengetahui makna dan kepentingan untuk menjadi anggota jemaat Baptis independen.
Ada dua pertanyaan penting yang harus dijawab sehubungan dengan menjadi anggota suatu jemaat Baptis independen. Pertama, apakah jemaat Baptis itu, dan kedua, apakah jemaat Baptis independen itu. Kita akan menjawab kedua pertanyaan tersebut melalui ulasan berikut:

Apakah Jemaat Baptis Independen Itu?
  Itu adalah jemaat Perjanjian Baru. Dapat dikatakan bahwa jemaat Perjanjian Baru adalah kumpulan orang percaya yang telah dibaptiskan, yang kelihatan, lokal, independen, terorganisir, dan dipersatukan bersama dalam keyakinan akan apa yang Kristus katakan, dan berjanji untuk melakukan apa yang diperintahkanNya.
Jemaat Perjanjian Baru adalah institusi terbesar di dunia. Jemaat itu didirikan oleh Kristus selama pelayananNya di dunia dan Dia sendiri adalah Kepalanya (Mat. 16:18; Ef. 5:23; Kol. 1:18). Dia menjanjikan kekekalannya dan mengatakan bahwa alam maut tidak akan menguasainya (Mat. 16:18; 28:20). Tuhan Yesus memberikan amanat dan upacara dan mati bagi jemaat di atas kayu salib (Mat. 28:18-20; 1Kor. 11:23-26; Ef. 5:25). Kristus mengasihi jemaat dan ingin jemaat-jemaatNya menghormati dan memuliakan Dia sebagai perwakilanNya di bumi (Ef. 5:25-27; 3:21).
Tugas terbesar yang pernah diberikan kepada seseorang atau sekelompok orang dalam sejarah, tugas memberitakan berita Injil tentang Kristus sebagai Juruselamat ke seluruh dunia, menjadi tugas jemaat-jemaat Tuhan. Amanat Agung itu unik dan tidak ada tugas lain yang pernah diberikan dan akan diberikan. Dalam menggenapi tugas ini, jemaat-jemaat Baptis telah banyak berbuat dibandingkan dengan organisasi lain di seluruh dunia digabungkan.
Kita melihat bahwa suatu hak istimewa untuk menjadi anggota suatu jemaat Baptis independen. Jemaat-jemaat ini memiliki awal yang luar biasa, sejarah yang ditulis dengan darah, hubungan masa kini yang intim dengan Tuhan, dan masa depan yang mulia berdasarkan janji Allah. Jemaat-jemaat Baptis telah memegang firman Allah melalui tribulasi dan penganiayaan, dan anggota-anggotanya terkenal sebagai orang-orang yang setia. Sungguh merupakan suatu hak istimewa bagi kita menjadi anggota jemaat Baptis khususnya Baptis independen.
Keanggotaan juga memberikan kepada kita kesempatan: kesempatan untuk bersekutu dalam institusi terbesar; kesempatan bagi orang percaya untuk bertumbuh dan berkembang dan dilatih melalui jemaat; dan suatu kesempatan bagi pelayanan Kristen melalui pekerjaan jemaat dalam program penginjilan baik di rumah, di sekitar rumah, dan di seputar dunia di ladang misi.
Keanggotaan juga menempatkan kita pada kewajiban yang tidak terelakkan: suatu kewajiban untuk membuat jemaat kita dan pekerjaan jemaat sebagai yang utama dalam kehidupan kita; suatu kewajiban untuk mendukung jemaat dengan kehadiran kita, talenta kita, pengaruh kita, dan milik kita. Jemaat-jemaat tidak akan pernah lebih kuat daripada anggota-anggotanya dan anggota yang duniawi, tidak peduli, tidak perhatian akan menghalangi jemaat dari kemungkinan melakukan banyak hal bagi Tuhan. Kebutuhan jemaat kita adalah bahwa setiap anggotanya dikuduskan, dilatih, dan aktif melayani. Setiap kita bertanggung jawab untuk menjadi anggota jemaat sebaik mungkin di bawah pimpinan Tuhan.

Apakah Gereja Baptis Independen Itu?
Bagi banyak orang, suatu jemaat Baptis independen adalah suatu fenomena yang aneh. Banyak orang yang terbiasa dengan berbagai kelompok Baptis seperti Baptis Selatan atau asosiasi Baptis yang lain dan banyak orang tidak dapat memahami sifat jemaat yang tidak saling berafiliasi. Karena itulah suatu jemaat Baptis independen seringkali dicurigai. Tentu saja suatu jemaat yang berdiri ‘segalanya sendiri’ tentulah sangat mengejutkan.
Sesungguhnya, jemaat-jemaat Baptis independen telah ada sejak masa para rasul. Jauh sebelum Reformasi Protestan dimulai telah ada jemaat-jemaat Baptis independent baik di Eropa maupun Asia. Jemaat Baptis independent bukanlah jemaat yang baru tetapi telah lama dan memiliki sejarah yang panjang. Meskipun dalam berbagai periode sejarah jemaat, anggota-anggota jemaat Baptis independent telah dianiaya bahkan dibunuh karena imannya, jemaat-jemaat itu akan terus berlanjut hingga Tuhan Yesus datang kembali. Ada ribuan jemaat Baptis independent di seluruh dunia ini.
Apakah kekhususan suatu jemaat Baptis?
  1. Jemaat yang Memerintah Sendiri
Jemaat-jemaat yang dibangun oleh para rasul semuanya adalah jemaat-jemaat Baptis Independen; mereka bebas dari semua kendali dari luar atau keanggotaan berbagai jenis organisasi yang lain. Perjanjian Baru sama sekali tidak menyebutkan adanya konvensi, asosiasi, persekutuan bersama, sinode, konferensi, atau organisasi manusia lain yang mengontrol jemaat lokal.
Kumpulan dari jemaat-jemaat lokal tidak akan pernah disebut sebagai ‘jemaat’ tetapi selalu ‘jemaat-jemaat’, yang menekankan prerogatif individu dari setiap jemaat (Rm. 16:16; 1Kor. 11:16). Setiap jemaat lokal memilih sendiri pelayannya (Kis. 6:1-6), menerapkan disiplinnya sendiri (1Kor. 5:13). Jemaat-jemat tidak bertanggung jawab kepada organisasi yang di atasnya karena memang tidak ada, tetapi semuanya tunduk kepada Allah (Why. 2:4-5). Masalah-masalah internal ditangani oleh jemaat-jemaat sendiri (1Kor. 6:1-5). Pemeliharaan doktrin yang benar menjadi tanggung jawab jemaat-jemaat lokal (1Tim. 3:15; Why. 2:14-16).
Jemaat-jemaat ini tidak memiliki hierarki eksternal. Semua jemaat-jemaat Perjanjian Baru itu independen, otonom, memerintah sendiri, bertanggung jawab kepada Allah, dan bukan kepada beberapa orang yang membuat hierarki. Pimpinan Tuhan diupayakan dalam setiap masalah. Dari Wahyu 2 dan 3, kita dapat melihat bahwa setiap jemaat bertanggung jawab kepada Tuhan Yesus Kristus bukan hierarki buatan manusia.  
Roh Kudus mengarahkan setiap kelompok orang percaya (Kis. 13:12). Jemaat semacam ini tidak dapat ditekan secara politis karena jemaat memiliki semua propertinya sendiri (bertentangan dengan banyak denominasi jemaat yang propertinya dimiliki atau dikontrol oleh denominasi tersebut).
Dalam hal penting sehubungan dengan panggilan terhadap gembala, suatu jemaat Baptis Independen harus berserah kepada Tuhan untuk dibimbingNya. Meskipun mereka mungkin meminta nasihat pada gembala sahabat atau Sekolah Alkitab, tidak seorang pun dapat memaksa mereka untuk menerima orang yang tidak mereka kehendaki. Jemaat harus dengan doa memilih orang dan memutuskan apakah dia orang yang dikehendaki Allah atau bukan.
Karakteristik lainnya tentang pemerintahan sendiri adalah dalam hal dukungan misionaris. Saat ada yang dipanggil sebagai misionaris oleh Tuhan, suatu jemaat mengutusnya dan mendukung mereka. Contohnya dapat kita lihat dari Paulus dan Barnabas yang dipanggil Allah sebagai misionaris, mereka diutus oleh jemaat Antiokhia (Kis. 13:1-4). Banyak jemaat Baptis independen yang mengutus anggotanya sebagai misionaris baik di dalam dan di luar negeri sama seperti jemaat Antiokhia dan jemaat-jemaat lainnya di Perjanjian Baru. Jemaat di Filipi menolong jemaat di Antiokhia dengan mendukung Paulus saat dia ada di ladang misi (Flp. 4:15).
Jadi jemaat-jemaat yang tidak mengutus misionaris, memilih untuk mendukung salah satu misionaris dari jemaat lain, mengirim persembahannya secara langsung kepada misionaris tersebut melalui jemaat pengutusnya tanpa harus melalui komite atau panitia misi. Dengan cara demikian, 100% uang akan diterima misionaris dan tidak ada yang diambil untuk operasional atau membayar gaji orang-orang yang bekerja di panitia misi organisasi non-jemaat tersebut.
Jemaat-jemaat Tuhan bertanggung jawab untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia. Secara fisik kita tidak dapat pergi sendiri, tetapi melalui jemaat-jemaat, kita dapat mendukung mereka yang pergi sama seperti yang telah dijalankan di Perjanjian Baru. Kita bukan hanya harus memberikan persepuluhan dari penghasilan kita tetapi kita juga harus menyisihkan untuk misi. Kita tidak dapat secara Alkitabiah memberi bagi misi jika kita tidak memberikannya melalui jemaat Perjanjian Baru. Inilah rencana Allah untuk mendukung pekerjaanNya di seluruh dunia. Jika kita mencoba melakukan misi dengan cara lain, kita akan bertentangan dengan kehendak Allah.
Sekarang, Anda adalah anggota dari jemaat Perjanjian Baru, dan Allah mengharapkan Anda mendukung misionaris-misionarisNya dengan persembahan janji iman setiap minggu karena inilah metode Allah untuk menginjili dunia. Cara Allah selalu yang terbaik, dan tidak seorang pun memiliki otoritas untuk mengubahnya. Karena alasan inilah kita perlu mendukung jemaat dalam memberikan persembahan misi.
Dalam ketaatannya dengan firman Allah sehubungan dengan guru-guru palsu (2Tim. 3:5; Ef. 5:11), jemaat Baptis Independen menolak untuk kerjasama dengan denominasi lain. 
2. Jemaat yang Berpusat pada Alkitab
Jemaat Baptis independen adalah jemaat yang percaya Alkitab, mengajarkan Alkitab, dan menaati Alkitab. Alkitab menjadi pusat setiap kebaktian karena ‘janji Allah itu melebihi segala sesuatu” (Mzm. 138:2). Alkitab adalah Firman Allah yang diinspirasikan secara verbal, tanpa salah dan merupakan ukuran/standar bagi semua perilaku dan keyakinan (2Tim. 3:16-17; 2:15).
3. Alkitab KING JAMES VERSION dipergunakan, dan bukan versi modern yang lain karena adanya banyak pengurangan dan kesalahan karena diterjemahkan dari dua manuskrip yang salah yaitu Vaticanus dan Sinaiticus. Pengurangan dalam versi modern meliputi:
Matius 17:21; 18:11 dan 23:14
Markus 7:16; 9:44, 46; 11:26 dan 15:28
Lukas 17:36 dan 23:17
Yohanes 5:4
Kis. 8:37; 15:34; 24:7 dan 28:29
Roma 16:24
Ayat-ayat diubah, dihilangkan sebagian, atau meragukan di antaranya:
Markus 16:9-20; 1 Timotius 3:16; 1 Yohanes 5:7,8 dan Yohanes 3:13
1 Korintus 15:47
Kita percaya pada 100% inspirasi dan pemeliharaan keseluruhan Alkitab dalam the King James Version, yang diterjemahkan dari manuskrip terlengkap (Mzm. 12:7-8).
4. Secara Akurat Menafsirkan Alkitab
Alkitab hanya dapat ditafsirkan dengan benar melalui satu cara, dan itu bukan penafsiran diri sendiri (2Ptr. 1:20). Aturan untuk interpretasi yang benar berlaku adalah struktur, konteks, sejarah, referensi silang, makna kata, dan apakah teks itu bermakna literal atau figuratif.
5. Baptisan Orang Percaya secara Selam, bukan percikan bayi. Membaptis berarti menenggelamkan dan menggambarkan Injil tentang kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus. Baptisan itu berlaku bagi orang percaya, bukan bayi yang tidak percaya (Kis. 8:37, Mrk. 1:9-11).
cara: selam, bukan percik (Mat. 28:19, 20)
untuk: menaati Kristus, bukan supaya selamat.
oleh: jemaat yang percaya Alkitab, bukan jemaat yang salah.
“Sprinkling/percik” dalam bahasa Yunani adalah “ramtizo”; Immersion/Selam adalah “baptizo”. Jemaat mula-mula menyelamkan orang percaya, tidak pernah dengan percik. Percik adalah praktek dari penyembah berhala yang ditetapkan kemudian. Baptisan dengan penyelaman setelah keselamatan menunjukkan bahwa seseorang itu ingin menaati firman Allah dan bukan manusia.
6. Memenangkan Jiwa dan MISSIONARY MINDED
Suatu jemaat Baptis independen menganggap Amanat Agung secara serius karena kita bertanggung jawab sebagai penjala-penjala manusia (Mat. 4:19; 28:18-20). Kita tidak hanya sekadar bersaksi, tetapi kita coba menjelaskan Injil secara jelas kepada orang-orang terhilang, menantang mereka untuk menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat mereka dari dosa. Kita juga melihat perlunya memberitakan Injil ke wilayah lain, dan memulai jemaat-jemaat Baptis independen di seluruh dunia.
Kita percaya bahwa manusia terkutuk kekal ke neraka tanpa Kristus sebagai Juruselamat mereka, dan merupakan tanggung jawab kita untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia.
7. PREMILLENNIAL, Penafsiran Literal Nubuatan
Suatu jemaat Baptis independen menantikan pengharapan berkat di mana orang-orang percaya diangkat ke surga pada waktu Kristus datang kembali di awan-awan (Ti. 2:13; 1Tes. 4:16-17) dan menuju penampakan yang penuh kemuliaan Tuhan Yesus Kristus untuk memerintah di bumi selama 1000 tahun. Nubuatan ini diajarkan dan ditafsirkan secara literal kecuali teks tersebut memang menggunakan bahasa figuratif. 1000 tahun pemerintahan Kristus ditafsirkan secara literal 1000 tahun. Kita menantikan pengangkatan orang-orang percaya, tujuh tahun tribulasi, turunnya Kristus ke bumi dengan kemuliaan, 1000 tahun masa pemerintahan Kristus, langit baru, bumi baru, dan Yerusalem baru. Karena 25% Alkitab adalah nubuatan, kita tidak bisa mengabaikan atau meremehkannya.
8. Penciptaan oleh Allah selama 6 Hari Literal
Suatu jemaat Baptis Independen percaya bahwa saat Allah mengatakan bahwa Dia menciptakan langit dan bumi dalam  waktu 6 hari secara literal, itulah pula yang dimaksudkanNya (Kel. 20:11). Allah tidak menggunakan teori evolusi yang tidak ilmiah itu untuk menciptakan kehidupan. Kita menolak mutlak pandangan evolusi. Kita memilih untuk percaya Allah sebagai Pencipta daripada filsafat kosong manusia dan evolusi yang menipu, yang sama sekali didukung oleh kurangnya pendukung.
9. Kekudusan Hidup. Pemisahan dari keduniawian dan dosa. Komitmen untuk Kudus, Percaya kepada Allah, dan Kebenaran (1Yoh. 2:15-16).
2Kor. 6:14 - 7:1 mengatakan kepada kita, “Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis ….”
Tuhan Yesus mengingatkan murid-muridNya (Mat. 7:15-23), sebagaimana Paulus mengingatkan gembala-gembala di Efesus (Kis. 20:28-30), tentang serigala-serigala buas yang menyamar dengan bulu domba. Yudas 3-4 mengingatkan tentang adanya penyusup-penyusup dan bahwa kita harus sungguh-sungguh mempertahankan doktrin. 2Ptr. 2:1 mengingatkan akan adanya guru-guru palsu dalam jemaat. Kita harus benar-benar bebas dari segala jenis percabulan dan ketidakbenaran. Jemaat Baptis independen harus murni terbebas dari segala kesesatan (1Tim. 4:1-2). Kita tidak bersekutu dengan jemaat-jemaat yang mengajarkan doktrin yang salah (Ibr. 6:1-2) dan mentoleransi pemimpin agama yang tidak percaya (Rm. 16:17-18).
10. Bukan Penganut Lima POINT CALVINIST (not TULIP doctrine)
Kita tidak percaya bahwa Allah memilih seseorang untuk selamat sebelum lahir dan orang yang lain untuk dikutuk. Itu bukanlah Allah yang adil sebagaimana yang dinyatakan Alkitab. Allah membuat keselamatan 100% tersedia bebas dan gratis bagi semua manusia dan Allah memberikan tanggung jawab 100% untuk menerima Kristus sebagai Juruselamat. Manusia memang benar-benar rusak, tetapi masih dapat berseru kepada Kristus untuk menyelamatkannya. Allah memiliki orang bukan secara tak bersyarat, tetapi dengan syarat pengorbanan darah Kristus yang diyakini oleh seseorang tersebut. Keselamatan bukan hanya terbatas pada orang yang akan selamat, tetapi Kristus mati bagi semua orang (Ibr. 2:9).
Anugerah Allah untuk menyelamatkan itu tidak tidak dapat ditolak tetapi dapat ditolak (Kis. 7:51; 1Ptr. 1:4-5). Orang percaya tidak harus bertekun agar diselamatkan, tetapi Kristus yang menjamin keselamatan.
11. Menghormati Penyembahan Bermelodi, bukan ROCK MUSIC
"Musik rock selalu identik dengan musik setan.” D. Bowie
Efesus 5:19, “"Making melody ... to the Lord.”
Karenanya salah jika membawa musik rock ke jemaat untuk penyembahan kepada Allah. Jangan pergunakan musik duniawi untuk menyembah Allah. Jangan pula menggunakan musik duniawi untuk menjangkau dunia bagi Kristus.
12. Menghindari Praktek-praktek Penyembahan Berhala seperti baptisan bayi, jubah hitam, tasbih/rosario, patung-patung, penyembahan Maria, air suci, pengakuan pada imam, dan konfirmasi/sidi.
13. Tidak Berbahasa Lidah, Jatuh dalam Roh, atau Wahyu Baru
1 Korintus 13:11 "Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu."
1 Korintus 14:22 "Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.”
1 Korintus 14:15 "Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku."
Karunia bahasa adalah suatu karunia sementara untuk mengingatkan orang Yahudi yang tidak percaya untuk bertobat atau Allah akan menghakimi mereka. Mereka tidak mau bertobat, sehingga Allah memakai Jenderal Titus dari Roma untuk menghancurkan Yerusalem tahun 70 M. Karenanya, karunia bahasa tidak lagi relevan setelah tahun 70 M. Berdoa dengan bahasa lidah itu salah karena kita harus juga memahami aka yang sedang kita doakan (1Kor. 14:15).
‘Jatuh dalam roh’ tidak pernah disebutkan dalam Alkitab. Karenanya jangan melakukannya. Pewahyuan baru dari Allah tidak lagi diperlukan karena Alkitab adalah satu-satunya dan wahyu Allah yang lengkap untuk masa ini (2Tim. 2:16-17).
14. Neraka
Suatu jemaat Baptis independen mengajarkan kenyataan literal neraka tempat di mana para penolak Kristus akan dilemparkan setelah kematian. Tuhan Yesus mengingatkan orang-orang akan neraka beberapa kali (Mat. 25:41, 46; Mrk. 9:44, 46). Beberapa orang mungkin tidak suka mendengar tentang neraka, tetapi kita harus mengungkapkan fakta ini. Neraka adalah tempat orang yang tidak percaya akan mati kekal.
Kesimpulan
Suatu jemaat Baptis independen lebih memperhatikan bagaimana menyenangkan dan menaati Allah daripada manusia. Firman Allah akan menghakimi kita pada akhir zaman (Yoh. 12:48). Kita tidak akan memberikan pertanggungjawaban hidup kita kepada manusia, tetapi kepada Allah (Rm. 14:12).
Matius 5:19, “Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.”
Pertanyaan: Anda ingin disebut yang ‘terkecil’ atau ‘yang terbesar’ dalam Kerajaan Allah?
Karenanya, libatkan diri Anda dalam melakukan pekerjaan Allah dalam jemaat Baptis independen. Jika Anda ada dalam suatu jemaat yang tidak memegang kebenaran ini atau memegang ajaran/doktrin yang salah KELUARLAH SEKARANG. Anda tidak akan bisa memperbaruinya jika tetap ada di dalamnya. Keluarlah dari sana (2Kor. 6:14, 17; Why. 18:4-5). Apakah Anda mau menjadi seperti para pemimpin yang percaya Tuhan Yesus, tetapi takut keluar dari sinagoge karena mereka lebih suka akan pujian manusia daripada pujian Allah? (Yoh. 12:42-43).

Menanam Kebenaran


“Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar daripada mendengar bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran” 
(3Yoh. 1:4).
Pendahuluan
·         Siapakah di antara Saudara yang suka bercocok tanam? Apa yang Anda tanam? Apa yang Anda hasilkan dari yang Anda tanam?
·         Anak-anak tidak akan menemukan kebenaran dengan sendirinya. Ada yang menanamkannya ke dalam diri mereka, entah Anda, teman, lingkungan, atau pun orang lain.
·         Surat 3 Yohanes ditulis oleh Rasul Yohanes kepada seseorang bernama, Gayus—anak rohani Rasul Yohanes. Di dalam suratnya yang singkat ini, Rasul Yohanes menyampaikan terima kasihnya kepada Gayus atas pertolongan yang telah diberikannya kepada beberapa saudara yang datang berkunjung. Rasul Yohanes memuji Gayus yang hidup di dalam kebenaran—kehidupan yang membawa sukacita besar bagi Rasul Yohanes. Dari surat yang pendek ini, ada beberapa pelajaran yang dapat kita petik dan terapkan untuk keluarga.
I.         Yohanes menganggap Gayus sebagai anak dan sebagai orangtua ia memandang Gayus bukan saja sebagai anak biasa melainkan sebagai anak rohani.
1.       Tuhan mengharapkan agar kita bukan saja menjadi orangtua jasmaniah tetapi juga orangtua rohaniah bagi anak-anak kita. Kadang kita beranggapan bahwa tugas hamba Tuhanlah untuk menjadi orangtua rohani bagi anak-anak kita. Pandangan ini keliru. Orangtualah yang bertanggung jawab atas kerohanian anak-anaknya. Jika ada di antara anak kita yang meninggalkan iman atau tidak pernah memeluk iman kristiani, besar kemungkinan kita memiliki andil dalam keputusannya itu. Lewat kitalah mereka kenal Tuhan Yesus, lewat kitalah nantinya mereka bertumbuh di dalam iman kepada Tuhan kita Yesus Kristus pula
2.       Suka atau tidak suka, kita hdup dengan PRINSIP dan prinsip itu adalah apa yang kita pelajari dan tertanam sejak kita kanak-kanak dan menjadi kristal saat kita dewasa. Proses ini terjadi sadar atau pun tidak sadar.   
3.       Berapa banyak di antara kita bisa berkata bahwa orang tua saya adalah orang tua rohani. Mama saya adalah Mama rohani saya, Papa saya adalah Papa rohani saya dan saya takut fakta di lapangannya adalah sedikit yang bisa berkata seperti itu.
4.       Bacalah Ul. 11:18-21. Ada dua hal yang diperintahkan Tuhan di sini:
a.       Tuhan memerintahkan orang Israel untuk menaruh perkataan Tuhan di dalam hati dan jiwanya.
b.       Tuhan memerintahkan mereka untuk mengajarkan perkataan Tuhan kepada anak-anak dengan membicarakannya—pada pelbagai kesempatan—dan menuliskannya—pada pelbagai tempat.
·         Membicarakannya pada pelbagai kesempatan berarti menjadikan Firman Tuhan bagian integral dalam percakapan keluarga.
·         Menuliskannya pada pelbagai kesempatan merupakan upaya untuk terus mengingatkan anak akan perkataan Tuhan lewat bahasa tulisan. Ajaklah membaca buku rohani, SMS rohani, membuat kartu ucapan rohani, dll.
·         Dan prasyarat dari semua ini adalah kita harus menaruh perkataan Tuhan di dalam hati dan jiwa kita terlebih dahulu. Jika ini tidak terjadi, maka dua hal lainnya juga sangat sulit terjadi. Akibatnya, apa yang tertanam dalam keluarga, dalam diri anak-anak kita? Nilai-nilai dari dunia! Dari TV, games, dll.
  1. Susah? Tidak diperlengkapi? Berat?
a.       Tuhan tidak menuntut orang tua melakukan sesuatu yang orang tua tidak bisa melakukannya, hidupilah Firman Tuhan itu di dalam kehidupan kita. Melalui pembicaraan informal.
b.       Tidak layak—Orang tua yang memang menyadari hidupnya itu tidaklah seturut dengan kehendak Tuhan, hidup tidak karuan atau orang tua tidak harmonis, sering bertengkar.
c.        Tidak mementingkan hal-hal rohani sehingga tidak merasa perlu untuk menekankan hal-hal rohani ke dalam hidup anak-anak, mereka berkata biarkan anak-anak nanti bertumbuh besar memilih sendiri apa yang dianggapnya baik, saya tidak perlu mencampuri urusan rohani anak-anak saya, ada orang tua yang bersikap seperti itu sehingga mereka berpikir praktis yang penting anak saya baik, tingkah lakunya baik jangan sampai merugikan orang, sering-seringlah berbuat baik pada orang. Itulah hal yang penting dan yang lain-lain itu tidak perlu ditekankan.
II.        Yohanes memuji Gayus yang telah setia kepada kebenaran dan hidup dalam kebenaran.
1.      Orangtua perlu menyadari bahwa dunia di mana anak tinggal tidaklah ramah terhadap iman kepercayaannya.
a.       Dunia tidak menyenangi kekudusan
Porno sampai nanti di internet-internet, di komputer, handphone, komik-komik.
b.       Dunia juga tidak menyenangi keyakinannya bahwa Kristus adalah satu-satunya jalan kepada Bapa.
Dunia mengajarkan tentang kebaikan manusia merupakan jawaban terhadap masalah dosa dan anak-anak akhirnya tergoda untuk melihat keselamatan dari kacamata ini
c.        Dunia tidak menyenangi cinta anak kepada Kristus
Dunia berusaha menghadirkan berbagai objek untuk dikasihi sehingga kasih kepada Kristus akan luntur. Waktu kecil di gereja ikut kegiatan menghafal ayat, cinta Tuhan, dari sekolah minggu ke remaja, ke pemuda akhirnya makin luntur-makin luntur lebih mementingkan kekasihnya, lebih mementingkan pekerjaannya, olah raganya, kegiatan sosialnya, klubnya.
d.       Dunia pun tidak menyukai tekad anak untuk melayani Tuhan
2.      Kita perlu mengingatkan anak akan desakan dunia dan terus mendorongnya untuk hidup dalam kebenaran. Kita harus mengingatkan anak bahwa terpenting dalam hidup adalah mematuhi perkataan Tuhan dan hidup di dalam-Nya. Jangan lupa untuk menyampaikan penghargaan kita akan komitmennya untuk hidup dalam kebenaran.
3.      Kita sering memiliki pandangan keliru bahwa anak-anak itu selalu benar (innocent). Banyak orangtua yang terkaget-kaget ketika mengetahui bahwa anaknya yang berusia 4 tahun berbohong. Tetapi, itulah yang dikatakan Alkitab (Mzm. 51:7—dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku)
4.      Kita tidak boleh beranggapan bahwa dengan sendirinya anak-anak kita akan mempunyai ketertarikan-ketertarikan terhadap hal-hal rohani, terhadap kebenaran-kebenaran Tuhan, tidak!
III.      Yohanes berterima kasih kepada Gayus yang telah berbuat baik kepada saudara seiman.
  1. Ternyata Gayus bukan saja hidup dalam kebenaran, ia pun hidup dalam kebaikan. Perbuatan baik merupakan wujud nyata kasih kepada Tuhan dan sesama. Kita harus memberi contoh konkret kepada anak sebelum ia dapat berbuat baik kepada sesama. 
  2. Anak belajar paling banyak bukan dari perkataan melainkan perbuatan kita. Kesediaan kita untuk menolong serta membagi apa yang kita miliki adalah bukti nyata kasih kepada Tuhan dan sesama. Belajarlah mengakui kesalahan bahkan di hadapan anak-anak. 
  3. Kita sering menekankan kepada anak-anak bahwa sebagai anak Tuhan mereka perlu belajar mengalah dan kita tekankan kamu harus mengalah kepada kakakmu, kamu harus mengalah kepada adikmu dan sebagainya tapi kita malah bertengkar dengan pasangan kita dan anak-anak melihat. Kita tidak mau mengalah, pasangan kita tidak mau mengalah terus memperpanjang konflik, marah bertengkar dan saling manyalahkan. Apa yang anak-anak lihat? Papa dan Mama tidak mengalah. Apa yang diajarkan sebelumnya akhirnya tidak mendapatkan bukti di dalam rumah sebab akhirnya yang mereka lihat adalah Papa Mama kalau marah satu sama lain tidak ada yang mau mengalah. Jadi nanti yang mereka simpan di dalam hati bukan kebenaran Tuhan tapi justru perilaku orang tualah yang nanti mereka simpan di hati mereka.
  4. Sewaktu anak melihat perbuatan baik, ia pun belajar meniru dan perlahan namun pasti ia akan meyakini bahwa perbuatan baik bukanlah sesuatu yang luar biasa melainkan sesuatu yang biasa dan bisa dilakukan. Akhirnya berbuat baik menjadi bagian dari hidupnya. Jadikanlah berbuat baik itu sebagai sesuatu yang alamiah sehingga anak terbiasa melakukannya pula.
KESIMPULAN
1.       Apa pun yang Anda lakukan, Anda sedang menanam? Cepat atau lambat Anda akan menuai! Itulah yang akan terjadi dengan keluarga Anda, anak-anak Anda! Jika tidak ingin menuai yang buruk, tanamlah yang baik! (Gal. 6:9)
2.       Setialah menanam dan menabur. Jangan putus asa manakala hati anak-anak mengeras. Jangan menyerah untuk dapat merebut hati mereka!
3.       Berikanlah teladan yang baik. Tindakan Anda dibaca anak-anak lebih keras dibandingkan kata-kata Anda.  
4.       Apa yang membuat Anda bersukacita? Anak-anak itu lulus PT, bekerja baik, sukses … tapi saya bersukacita dan lebih sukacita jika anak-anak saya hidup dalam kebenaran!
-allofgrace-